Sastra Peninggalan Islam

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia berupa karya sastra sangat beragam jenisnya. Para seniman muslim menciptakan beragam peninggalan sejarah Islam di Indonesia, seperti syair, hikayat, suluk, babad, dan kitab.

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia berupa syair banyak diciptakan oleh Hamzah fansuri, seorang penyair Islam. Selain syair dan hikayat, peninggalan sejarah Islam di Indonesia juga ada yang berbentuk suluk.

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia berupa suluk contohnya adalah Suluk Wujil, Suluk Sunan Bonang, Suluk Sukarsa, Suluk Syarab al Asyiqin, dan Suluk Malang Sumirang.

Berikut penjelasan lebih jelas mengenai peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut.

1. Sastra Dalam Bentuk Syair

Syair sangat dekat dengan kebudayaan Islam. Syair menjadi media penyebaran Islam bukan saja di Nusantara, tapi hampir di seluruh dunia. Syair-syair peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain:

  • Syair Perahu, karya Hamzah Fansuri yang hidup di Aceh masa pemerintahan Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayidil Mukamil (1589-1604 M). Syair ini berisi pengajaran tentang adab.
  • Syair Kompeni Walanda, yang di dalamnya berisi riwayat Nabi.
  • Syair Perang Banjarmasin, diperkirakan ditulis abad ke-16. Kendati di dalamnya berisi beberapa pokok ajaran Islam, namun syair yang tidak diketahui pengarangnya ini dipastikan pro-Belanda, sebab teks pembukanya berisi pujian atas pemerintahan Belanda. Syair ini juga mendiskreditkan Pangeran Hidayatullah sementara di mata rakyat, beliau adalah patriot.
  • Syair Siak Sri Indrapura yang berisi silsilah raja-raja Siak.
  • Syair Ikan Terubuk, syair anonim yang berupa kisah fiksi berisi kisah-kisah dengan muatan adab dan tuntunan perilaku beragama.

2. Sastra Dalam Bentuk Hikayat

Hikayat adalah karya sastra dalam bentuk prosa yang umumnya berisi kisah kehebatan dan kepahlawanan seseorang, istana sentris, dan imajinatif.

Dalam hikayat bernapas Islam di Nusantara, biasanya tokoh-tokoh pahlawan tersebut dikisahkan memperjuangkan kedaulatan suatu daerah. Misalnya:

a. Hikayat Raja – Raja Pasai,

Diperkirakan ditulis abad ke-14. Berkisah tentang Merah Silu yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad, kemudian Marah Silu bersyahadat dan menjadi Sultan Pasai pertama bergelar Malik al-Saleh.

b. Hikayat Si Miskin,

Dikenal juga dengan nama Hikayat Marakarma. Berkisah tentang Manakarma yang lahir dari keluarga miskin, namun karena kebaikan budinya akhirnya menjadi raja. Selain pokok-pokok ajaran Islam, hikayat ini berisi ajaran moral dan anjuran menuntut ilmu.

c. Hikayat Amir Hamzah,

Berkisah tentang kepahlawanan Amir Hamzah dalam memperjuangkan Islam dan mempertahankan Melaka dari serangan Portugis, dan melawan mertuanya yang masih kafir. Diperkirakan ditulis sebelum tahun 1511.

d. Hikayat Bayan Budiman,

Berupa kisah berbingkai yang disadur dari hikayat India, Sukasaptati, yang sebelumnya telah diadaptasi ke dalam bahasa Persia oleh Kadi Hassan pada 1371. Berisi kisah tentang burung bayan yang mencegah seorang perempuan muda yang hendak berselingkuh.

e. Hikayat Prang Sabi,

Ditulis oleh Tgk Chik Pante Kulu pada 1881, dan menjadi inspirator jihad rakyat Aceh melawan Belanda. Berisi kisah tentang bidadari surga (ainul mardhiyah) yang menjadi jodoh bagi para pejuang yang syahid.

3. Sastra Dalam Bentuk Suluk

Suluk adalah kitab-kitab yang berisi ajaran tasawuf, karena secara harfiah, suluk berarti berarti menempuh jalan untuk menuju Allah. Peninggalan sejarah Islam di Indonesia berupa suluk, misalnya:

  • Suluk Wujil, adalah suluk yang ditulis oleh Wujil, seorang pelawak bertubuh cebol dari Majapahit yang memeluk Islam berkat dakwah Sunan Bonang. Suluk ini berisi ajaran Sunan Bonang tentang kehidupan.
  • Suluk Sunan Bonang, berisi ajaran Sunan Bonang yang ditulis dengan pendekatan kisah wayang.
  • Suluk Sukarsa, berisi ajaran tentang hakikat kepemimpinan.
  • Suluk Syarab al Asyiqin, karya Hamzah Fansuri yang berisi ajaran wahdat al-wujud, dan tahap-tahap pencapaian makrifat.
  • Suluk Malang Sumirang, ditulis oleh Sunan Panggung dari Demak, sekitar tahun 1520. Berisi kritikan terhadap Sultan Demak, dan ajaran Sunan Panggung dianggap sesat.

4. Sastra dalam Bentuk Babad

Babad adalah karya sastra berupa cerita sejarah yang biasanya dicampur-campur dengan mitos dan kepercayaan masyarakat. Beberapa karya babad peninggalan Islam, antara lain:

  • Babad Tanah Jawi, ditulis oleh Carik Braja pada 1788 atas perintah Sunan Paku Buwono III. Babad ini berisi silsilah raja-raja dari zaman Mataram Hindu hingga Mataram Islam.
  • Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin).
  • Babad Raja – Raja Riau, yang berisi tentang silsilah raja-raja Riau yang bercorak Islam.
  • Babad Demak, berisi kisah Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak.
  • Babad Cirebon, berisi kisah Pangeran Cakrabuwana membangun kota Cirebon dan membangun perkampungan Muslim.
  • Babad Gianti, diperkirakan ditulis pada 1803, membahas fenomena-fenomena politik Pulau Jawa sekitar 1741 – 1757.

5. Sastra dalam bentuk Kitab

Beberapa kitab peninggalan sejarah Islam, antara lain:

  • Kitab Manik Maya, ditulis pada 1740 oleh Raden Mas Ngabei Ronggo, berisi sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa.
  • Kitab Sasana – Sunu, digubah pada 1798 oleh Raden Tumenggung Sastranegara, berisi ajaran tentang tata cara hidup Islam, dan ajaran meneladani Rasulullah.
  • Kitab Nitisastra, digubah pada abad ke-15, tidak diketahui penulisnya. Berisi ajaran moral dan pandangan hidup berupa kebijaksanaan.
  • Kitab Nitisruti, berisi ajaran tentang filsafat dan moral. Tidak diketahui penulisnya.
  • Kitab Sastra Gending, karya Sultan Agung yang memuat ajaran filsafat dan kebajikan.
Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags: