Proses dan Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global atau Global Warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi yang meliputi atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Penyebab pemanasan global kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia dengan efek rumah kaca, menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Perubahan-perubahan yang dapat timbul akibat meningkatnya suhu global antara lain mencairnya es di kutub yang berakibat pada naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

A. Proses Pemanasan Global
1. Lapisan Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi, lapisan udara ini ikut  bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Ketinggian lapisan atmosfer kira-kira 1.100 km yang terdiri dari campuran gas-gas, debu, dan uap air.

No. Gas Banyaknya (%)
1. Nitrogen 78
2. Oksigen 21
3. Gas Mulia 0,93
4. Karbondioksida 0,03
5. Gas Lain 0,04
Jumlah 100

Karena tebalnya atmosfer mengakibatkan penyebaran gas-gas dalam atmosfer dan suhunya tidak sama. Atmosfer dapat dibagi menjadi beberapa lapisan.

Atmosfer
  1. Troposfer merupakan lapisan paling bawah mempunyai ketinggian sampai kira-kira 10 km. Peristiwa-peristiwa cuaca terjadi pada lapisan ini, selain itu hampir 80% seluruh atmosfer berada pada lapisan ini. Di lapisan troposfer terdapat lapisan ion-ion yang disebut lapisan ionosfer yang bisa memantulkan gelombang radio frekuensi rendah.
  2. Stratosfer yaitu lapisan udara di atas troposfer mempunyai ketinggian sekitar 10 km sampai 30 km. Pada lapisan ini makin ke atas suhunya makin naik. Pada lapisan stratosfer bagian atas terdapat lapisan gas yang dapat menyerap sinar ultraviolet dengan kuat yaitu lapisan ozon (O3).
  3. Lapisan di atas stratosfer adalah mesosfer, lapisan ini mempunyai ketinggian sekitar 30 km sampai 50 km. Pada lapisan ini makin ke atas suhu makin rendah, karena tidak ada gas yang dapat menahan radiasi sinar matahari suhu lapisan ini dapat mencapai -140° C.
  4. Lapisan termosfer juga disebut lapisan panas, karena semakin ke atas suhunya semakin tinggi. Lapisan ini tingginya sekitar 50 km sampai 400 km.
  5. Eksosfer adalah lapisan atmosfer yang paling luar. Pada lapisan ini pengaruh gravitasi bumi sangat kecil sekali (hampir tidak ada pengaruh gravitasi bumi), berat udara sama dengan nol, dan tidak ada tekanan udara. Molekul-molekul pada lapisan eksosfer ini sangat mudah meninggalkan atmosfer menuju angkasa luar.

2. Efek Rumah Kaca
Pemanasan global (global warming) merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun ini terjadi karena efek rumah kaca. Pemanasan global juga disebabkan oleh lubang ozon (O₃) yang berkaitan dengan pemakaian freon (Chlorofluorocarbon atau CFC).

Efek Rumah Kaca

Sinar matahari berupa gelombang elektromagnetik menyimpan energi. Sinar matahari yang masuk mengenai bumi menyebabkan bumi menjadi panas. Sebagian energi panas tersebut oleh bumi dipantulkan kembali ke ruang angkasa akan tetapi sebagian terperangkap di atmosfer sebagai gelombang panas (frekuensi lebih rendah jika dibandingkan dengan ketika dipancarkan matahari mengenai bumi), berupa sinar infra merah. Sinar infra merah yang dipancarkan bumi tidak mampu menembus atmosfer sampai ke angkasa luar, di dalam atmosfer sinar infra merah itu diserap oleh berbagai molekul gas sehingga suhu atmosfer naik. Kenaikan suhu atmosfer inilah yang disebut efek rumah kaca. Gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas disebut gas rumah kaca.

3. Pengaruh Pencemaran terhadap Udara
Gas rumah kaca yang dominan adalah karbondioksida (CO₂) yang berasal dari pernafasan, pembusukan, serta pembakaran bahan organik. Penggunaan minyak bumi, batu bara, dan gas sebagai bahan bakar mesin-mesin industri, alat rumah tangga dan mesin kendaraan bermotor yang semakin meningkat menghasilkan sisa pembakaran seperti karbon dioksida, asam nitrat, dan metana. Gas-gas tersebut akan terakumulasi di udara dan dikenal sebagai gas rumah kaca. Daerah hutan sangat penting untuk menjaga keseimbangan gas-gas rumah kaca di atmosfer, karena menyerap gas karbondioksida (CO₂) dan menghasilkan gas oksigen (O₂).

B. Penyebab Pemanasan Global
Segala bentuk aktivitas manusia selalu berdampak bagi lingkungan, baik itu membawa dampak positif ataupun dampak negatif. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pemanasan global di antaranya, adalah sebagai berikut,

Pemanasan Global
  1. Emisi CO₂ yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai pembangkit tenaga listrik.
  2. Emisi CO₂ yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan bakar alat transportasi.
  3. Emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut Arktik.
  4. Deforestation (penebangan liar) yang disertai dengan pembakaran lahan hutan.
  5. Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigator (pendingin).
  6. Meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.

C. Dampak Pemanasan Global
Gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas disebut gas rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan oleh gas rumah kaca yang menyerap gelombang panas dari bumi. Adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi sekitar 33°C. Gas rumah kaca yang terpenting adalah karbon dioksida. Peristiwa naiknya intensitas efek rumah kaca itulah yang disebut pemanasan global. Pemanasan global menimbulkan berbagai dampak, antara lain sebagai berikut.

  1. Temperatur Bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah mungkin temperaturnya menjadi lebih tinggi dan di wilayah lainnya mungkin tidak.
  2. Tingginya temperatur Bumi dapat menyebabkan lebih banyak penguapan dan curah hujan secara keseluruhan, tetapi masingmasing wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi basah dan bagian lainnya kering.
  3. Mencairnya glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat. Begitu pula dengan daratan pantai yang landai, lama kelamaan akan mengalami peningkatan akibat penggenangan air.
  4. Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang yang dinyatakan bahwa dalam kondisi terburuk, populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Sebagaimana diketahui bahwa banyak spesies lain yang hidupnya bergantung pada terumbu karang.
  5. Kepunahan spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam majalah Nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.
  6. Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 100 tahun.
  7. Penipisan lapisan ozon. Lapisan ozon adalah salah satu lapisan atmosfer yang berada di dalam lapisan stratosfer, yaitu sekitar 17-25 km di atas permukaan Bumi. Lapisan inilah yang melindungi Bumi dari bahaya radiasi sinar ultra violet (UV). Berdasarkan pengamatan satelit, diketahui bahwa lapisan ozon secara berangsur-angsur mengalami penipisan sejak pertengahan tahun 1970.

D. Usaha-usaha Menanggulangi Pemanasan Global
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar organik lainnya.
  2. Meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.
  3. Mengurangi deforestation.
  4. Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung chlorofluorocarbons (CFCs) dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.
  5. Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan.
Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags:

,