Penggunaan To Be

Penggunaan To Be. To Be dalam Bahasa Inggris terdiri dari : “am, is, are”. To Be diletakkan sesudah subject atau sebelum predicate, dan fungsi dari To Be sendiri adalah sebagai kata bantu. Bagian-bagian kalimat Bahasa Inggris terdiri dari : Pokok Kalimat (Subject) dan Keterangan Kalimat (Predicate). Keterangan kalimat dapat berupa kata benda (Noun), kata Sifat (adjective / adj.) dan kata Keterangan (adverb / adv., baik keterangan tempat maupun keterangan waktu).

Subjeck(subyek) adalah pelaku kalimat yang terdapat pada kalimat aktif, subyek bisa berupa orang (person) atau benda (thing). Subjek terdapat pada awal kalimat dan terletak sebelum kata kerja (verb). Subject bisa berupa kata benda tunggal atau frasa kata benda. Frasa kata benda ialah sekelompok kata yang diakhiri dengan kata benda (noun). Berikut ini subjek kalimat dalam bahasa inggris :

Inggris Indonesia Keterangan
I Saya Orang pertama tunggal
You Kamu Orang pertama jamak
We Kami Orang pertama jamak
They Mereka Orang ketiga jamak
She Dia (perempuan) Orang ketiga tunggal
He Dia (Laki-laki) Orang ketiga tunggal
It Sesuatu Orang ketiga jamak

Penggunaan To Be pada Kalimat Positif
Sebelum mempelajari To Be pada kalimat positif, perlu diketahui terlebih dahulu pola kalimat positif itu sendiri. Pola kalimat positif dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut :

Subject + To Be + Predicate ( Adj. / Noun /Adv.)
Penggunaan To Be untuk masing masing Subjek adalah sebagai berikut :

  • I menggunakan To Be am;
  • You, We, They menggunakan To Be Are;
  • She, He, dan It menggunakan To Be Is.

Contoh : I am a student.(I = subjeck, am = To Be, a student = Predicate (noun).

Dalam kalimat positive To Be : is, am dan are penulisannya dapat disingkat dengan menambahkan apostrophe (‘) di antara Subject dengan To Be.

Contoh :

  • I am disingkat I’m;
  • You are disingkat You’re;
  • We are disingkat We’re;
  • They are disingkat They’re;
  • She is disingkat She’s;
  • He is disingkat He’s.

Tetapi apabila To Be berada di akhir kalimat, To Be tidak boleh disingkat.
Contoh : Yes, I am ( tidak boleh Yes I’m)

Penggunaan To Be pada kalimat Negative
Kalimat negatif / negative sentence adalah kalimat pernyataan negatif / penyangkalan. Contoh : He is not a greengrocer (Dia bukan seorang pedagang sayur). Untuk membuat kalimat negative kita hanya perlu menambahkan “not” sesudah “To Be”. Not adalah kata yang menandakan kalimat negativ (menyatakan penolakan, ketidaksepakatan, dan lain lain). Pola kalimat negatif yaitu Subject + To Be + Not +Predicate ( Adj. /Noun /Adv. )

Contoh : I am not a student.(I = subjeck, am = To Be, not a student = Predicate (noun)

Penggunaan To Be pada Kalimat Interrogative
Kalimat Interrogative adalah kalimat dalam bentuk kalimat tanya. Untuk membuat kalimat interrogative hanya “memindahkan To Be ke awal kalimat”. Pola kalimat interrogative adalah To Be + Subject + Predicate ( Adj. / Noun / Adv. )
Contoh : Am I a student ? ( Am = To Be, I = subjeck, a student = Predicate (noun).

Kalimat Tanya / interrogative selalu dijawab dengan kata “ Yes atau No”. Kalimat jawaban dapat berupa jawaban singkat atau dapat juga berupa kalimat lengkap.
Contoh :

  • Am I a student ?
  • Jawaban singkat : Yes I am.
  • Jawaban lengkap : Yes I am a student.