Menceritakan Hasil Pengamatan

Menceritakan Hasil Pengamatan. Setelah mengamati sesuatu, biasanya, diakhiri dengan menyusun laporan hasil pengamatan.

Laporan ini sebaiknya memuat judul pengamatan, waktu pengamatan, tempat atau lokasi pengamatan, hal yang diamati, nama pengamat, dan (deskripsi) penjelasan pengamatan.

Orang yang membuat laporan disebut pelapor. Laporan harus dibuat dengan bahasa yang runtut, baik, dan benar.

Susunan laporan pengamatan hampir sama dengan laporan kunjungan. Laporan pengamatan berfokus pada hasil pengamatan suatu tempat, benda.

Laporan kunjungan melaporkan secara keseluruhan kegiatan kunjungan, mulai dari berangkat sampai kembali ke tempat asal.

Bagian-bagian laporan Pengamatan yaitu:

1. Nama kegiatan atau judul.
2. Tujuan obyek yang dikunjungi.
3. Waktu kunjungan (hari/tanggal dan jam).
4. Peserta kegiatan
5. Hasil kunjungan:
a. Kegiatan yang dilakukan.
b. Pesan dan kesan setelah melakukan kunjungan.
c. tujuan dan manfaat kunjungan

Sebelum laporan disajikan secara lisan, laporan terlebih dahulu disusun dalam bentuk tertulis secara sistematis sehingga mudah dipahami. Dari segi bentuk tertulis, laporan terbagi menjadi seperti berikut.

  • Laporan berbentuk formulir, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.
  • Laporan berbentuk memorandum, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.
  • Laporan berbentuk surat, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.
  • Laporan berbentuk naskah, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.
  • Laporan berbentuk buku, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.

Kriteria menyampaikan laporan hasil pengamatan yang baik dan benar di antaranya:

  • Memperhatikan intonasi (tinggi rendahnya suara saat mengucapkannya). Misalnya: kalimat pernyataan dibaca biasa, kalimat seru dibaca agak tinggi, kalimat tanya pada akhir kalimat dibaca panjang agak menurun. Di samping itu, memperhatikan lafal (kejelasan dalam mengucapkannya) dan jeda (ketepatan saat pemenggalan kalimat).
  • Harus disampaikan apa adanya (tidak kurang tidak lebih).

Selain menggunakan susunan seperti di atas laporan biasanya dibagi ke dalam tiga bagian yaitu bagian pendahuluan, bagian isi dan bagian penutup. Perhatikan contoh laporan pengamatan berikut ini :

Kegiatan pemeriksaan gigi dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 7 November 2009. Kegiatan ini bertempat di SD Suka Makmur. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin oleh pembina kegiatan yaitu Bapak Joni.Kegiatan pemeriksaan gigi diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI. Kegiatan pemeriksaan gigi ini diselenggarakan oleh Puskesmas Suka Makmur.

Laporan di atas disajikan belum lengkap atau rumpang. Untuk melengkapi laporan di atas dapat dilakukan dengan melengkapi bagian yang belum ada yaitu bagian penutup laporan. Kalimat yang tepat untuk mengakhiri laporan tersebut di atas yaitu : Demikian hasil pengamatan ini saya laporkan.

Category:
Bahasa Indonesia
Tags: