Menanggapi Persoalan

Setiap orang pasti pernah mempunyai suatu masalah. Dari majalah, koran, radio, televisi maupun internet, kita dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di berbagai tempat. Suatu saat mungkin kita perlu menjelaskan permasalahan yang kita ketahui kepada teman, atau saudara. Mungkin juga suatu saat teman atau saudara kita menceritakan suatu permasalahan yang sedang terjadi, sehingga kita perlu memberikan tanggapan. Bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan atau memberikan tanggapan terhadap suatu persoalan.

Sebelum menanggapi persoalan terlebih dahulu kita harus memahami betul permasalahan tersebut. Memberikan tanggapan terhadap masalah yang tidak jelas bisa menimbulkan kesalahan, oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita memberikan tanggapan atau mengemukakan pendapat, antara lain:

  • Memahami betul inti permasalahan.
  • Permasalahan itu disertai dengan fakta atau data yang jelas.
  • Tanggapan yang diberikan harus memperjelas permasalahan

Jika hal – hal diatas dapat terpenuhi, baru kita memberikan tanggapan terhadap suatu permasalahan tersebut.

Tanggapan terhadap suatu persoalan dapat berupa anjuran. Kalimat anjuran, yaitu menyatakan suatu harapan agar dilaksanakan. Kalimat anjuran yang baik adalah yang sesuai dengan permasalah, bahasanya santun, dan masuk akal agar dapat membantu memecahkan permasalahan. Kalimat anjuran biasanya diawali dengan kata “sebaiknya” , “seharusnya”, atau “lebih baik”.

Perhatikan contoh persoalan berikut ini :

  • Sepatu Adi sudah rusak. Adi ingin membeli sepatu baru. Akan tetapi, Adi tidak memiliki uang untuk membeli sepatu.

Kalimat anjuran yang tepat adalah yang sesuai dengan permasalahan, bersifat logis, dan dapat membantu memecahkan masalah. Kalimat anjuran yang tepat sesuai dengan ilustrasi di atas adalah: Sebaiknya kamu menyisihkan uang sakumu untuk ditabung. Kalau sudah terkumpul, kamu baru membeli sepatu. Kalimat anjuran tersebut sesuai dengan permasalahan dan dapat membantu memecahkan masalah.

  • Panji dibelikan mobil-mobilan oleh ayahnya. Karena senangnya, hampir setiap hari ia bermain. Suatu hari Pak Guru menyuruhnya mengumpulkan PR Bahasa Indonesia. Ia pun merasa kaget karena lupa mengerjakannya.

Kalimat anjuran yang sesuai dengan persoalan di atas adalah : sebaiknya Panji tidak lupa mengerjakan PR.

Waspada Gejala Anemia
Lemah, letih, lesu, lelah dan lunglai merupakan gejala anemia. Itulah 5L yang disebut gejala anemia (kurang darah). Anemia adalah penyakit yang terjadi karena ketidaknormalan kadar hemoglobin (Hb) komponen pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Waspada Anemia

Anemia bisa dialami siapa saja, terutama perempuan dan ibu hamil. Akibat yang ditimbulkan anemia ini sangatlah beragam, mulai dari yang ringan hingga yang fatal. Berikut beberapa uraian tentang serba-serbi anemia.

  1. Selain 5L, gejala anemia adalah pucat, mata berkunang-kunang, nafsu makan kurang, dan sulit berkonsentrasi.
  2. Anemia bisa disebabkan karena kekurangan zat besi dalam makanan, kekurangan zat pemacu penyerapan zat besi dalam tubuh, kehilangan banyak darah atau penyakit cacing tambang.
  3. Apabila anemia ini terjadi pada anak-anak, maka dapat menyebabkan menurunnya prestasi, menghambat perkembangan psikomotorik, dan IQ yang rendah. Pada orang dewasa, anemia menyebabkan turunnya konsentrasi, kemampuan kerja serta tingkat vitalitas dan kebugaran.
  4. Pada ibu hamil, akibat yang ditimbulkan anemia bisa sangat fatal. Akibat tersebut antara lain keguguran, kelahiran prematur, pendarahan pada persalinan, syok, patah tulang, kematian janin dan cacat bawaan.

Persoalan pada paparan tersebut adalah mengenai anemia yang perlu diwaspadai. Anemia tersebut dapat dialami semua orang, termasuk anak-anak. Tanggapan yang dapat diberikan terhadap persoalan tersebut sebagai berikut.

  1. Saya setuju jika dikatakan bahwa anemia perlu diwaspadai. Anemia menyebabkab beberapa dampak negatif, oleh karena itu anemia perlu diatasi dengan gaya hidup sehat. Langkah-langkahnya meliputi hal-hal berikut.
  2. Nutisi, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.
  3. Perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran segar, kacang-kacangan, daging, telur dan hati.
  4. Jangan langsung minum teh, kopi, susu/kalsium karena dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Berilah jarak antara 1,5 sampai 2 jam.
  5. Jika diperlukan, konsumsilah suplement zat besi yang dapat memperbaiki gejala anemia dan mengembalikan cadangan zat besi.
Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags: