Makanan Sebagai Sumber Energi dan Pelindung Tubuh

Secara umum makanan berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangun tubuh, penganti sel – sel tubuh yang rusak, pengatur kerja alat – alat tubuh, serta pelindung tubuh dari penyakit. Berikut beberapa kandungan bahan kimia yang terdapat dalam makanan yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan sebagai pelindung bagi tubuh manusia.

A. Fungsi Makanan Sebagai Sumber Energi
Setelah makanan diproses dalam tubuh oleh sistem pencernaan akan diperoleh energi . Energi diperoleh dari hasil pembakaran zat makanan , yaitu ketika sari makanan dalam darah bereaksi dengan oksigen yang kita hirup pada proses pernafasan, kemudian menghasilkan karbondioksida dan uap air Proses ini disebut oksidasi biologis.

Proses oksidasi biologis juga menghasilkan panas yang berguna untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil. Hasil oksidasi biologis tersebut berupa energi kimia yang dapat disimpan dalam sel tubuh dan digunakan untuk melakukan aktivitas kehidupan, Itulah sebabnya, mengapa makanan dikatakan sebagai sumber energi. Zat makanan yang berfungsi sebagai sumber energi utama adalah karbohidrat dan lemak.

1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang tersusun atas unsur-unsur karbon. Bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat, misalnya beras, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian, dan buah-buahan yang rasanya manis. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi (1 gram karbohidrat setara dengan 4 kilo kalori).

Karbohidrat

Ada tiga macam karbohidrat , yaitu polisakarida, disakarida dan monosakarida. Monosakarida dapat larut dalam air, contoh monosakarida adalah glukosa dan fruktosa. Monosakarida banyak terdapat dalam buah – buahan dan sayur – sayuran. Disakarida terdiri dari dua monosakrida, disakarida juga larut dalam air. Contoh disakarida adalah sukrosa yang terdapat pada tebu, dan laktosa yang terdapat dalam susu. Polisakarida terdiri dari tiga atau lebih monosakrida. Contoh polisakarida adalah pati dan amilum yang terdapat pada padi, jagung dan umbi – umbian.

2. Protein
Protein merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O, N (kadang juga mengandung unsur P dan S). Bahan makanan yang mengandung banyak protein, antara lain.

Protein
  • protein hewani, misalnya daging, ikan, telur, susu, dan keju;
  • protein nabati, misalnya kacang-kacangan, tahu, tempe, dan gandum.

Fungsi protein, antara lain sebagai sumber energi, pembangun sel jaringan tubuh, dan pengganti sel tubuh yang rusak.

2. Lemak
Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan O. Peran lemak untuk menyediakan energi sebesar 9 Kalori/gram, melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Bahan makanan yang mengandung banyak lemak, antara lain.

Lemak
  1. Lemak hewani: keju, susu, daging, kuning telur, daging sapi, daging kambing, daging ayam, dan daging bebek;
  2. Lemak nabati: kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan buah avokad.

Berdasarkan asalnya lemak terbagi menjadi dua macam yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari tumbuhan sedangkan lemak hewani berasal dari hewan. Fungsi lemak, antara lain

  1. Sumber energi (1 gram lemak setara dengan 9 kilo kalori);
  2. Pelarut vitamin A, D, E, dan K;
  3. Pelindung organ-organ tubuh yang penting dan;
  4. Pelindung tubuh dari suhu yang rendah

B. Fungsi Makanan Sebagai Pelindung dan Pemelihara
Tentunya kalian sudah mengetahui, bahwa tubuh manusia terdiri dari berbagai sistem organ. Antara sistem organ yang satu dengan sistem organ yang lain saling berkaitan dalam menjalankan fungsinya. Untuk mengatur dan melindungi kerja sistem organ tersebut diperlukan zat pengatur yaitu vitamin, mineral dan air.

1. Vitamin

  1. Vitamin mutlak diperlukan oleh tubuh, karena berperan dalam proses pengaturan Fungsi tubuh. Jika seseorang kekurangan vitamin akan mengalami Avitaminosis.Beberapa vitamin yang diperlukan oleh tubuh adalah :
  2. Vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan jaringan, pelindung dan pemelihara kesehatan mata, pertumbuhan tulang, serta peningkatan daya tahan tubuh terhadap penyakit . Vitamin A banyak terdapat dalam hati, minyak ikan,kuning telur, serta sayuran yang berwarna jingga seperti wortel, pepaya dan tomat.
  3. Vitamin B disebut juga anti beri – beri. Vitamin B berfungsi mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh, serta membantu penyerapan asam lemak dan gliserol dalam tubuh. Vitamin B banyak terdapat dalam kulit beras, susu , kacang – kacangan dan ragi.
  4. Vitamin C sangat penting dalam memelihara jaringan epitel , menguraikan protein dan lemak , mempercepat pembentukan sel darah merah, serta mencegah infeksi hidung dan kerongkongan. Vitamin C banyak terdapat pada buah – buahan segar contohnya jeruk dan jambu biji.
  5. Vitamin D bermanfaat untuk mempercepat pembentukan tulang dan mempertinggi penyerapan kalsium dan Pospor. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan Rakhitis. Karena tidak dapat menyangga berat tubuh, penderita rachitis tulang kakinya akan membengkok. Selain itu juga menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi terganggu. Provitamin D banyak terdapat pada susu, keju, mentega kuning telur dan ragi. Untuk mengubah provitamin D menjadi vitamin D diperlukan sinar ultra violet dari pancaran sinar matahari.
  6. Vitamin E sangat diperlukan dalam proses pembelahan sel. Bagi ibu hamil, vitamin E dapat mencegah dari keguguran dan pendarahan. Kekurangan vitamin E bisa menyebabkan kurang subur sehingga sulit untuk memiliki anak. Sumber vitamin E terdapat pada kecambah, kuning telur, susu, lemak, daging dan hati.
  7. Vitamin K sangat penting dalam proses pembekuan darah ketika terjadi luka.di dalam hati, vitamin ini berfungsi mempercepat pembentukan Thrombin. Kekurangan vitamin K menyebabkan darah sukar membeku. Di dalam tubuh vitamin K dibentuk dalam usus besar dengan bantuan bakteri Eschericia coli . Vitamin K bersama Empedu diserap oleh usus.
Vitamin

2. Mineral
Mineral larut dalam air dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Mineral tidak mengalami proses pencernaan tetapi lagsung diserap oleh tubuh.

3. Air
Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup. Semua proses yang terjadi daam tubuh makhluk hidup memerlukan air. Di dalam tubuh air berfungsi sebagai pelarut baik zat organik maupun zat anorganik, pengangkut zat sisa dan zat yang diperlukan pleh tubuh, dan sebagai dasar pembentukan karbohidrat.

Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags:

,