Ciri-ciri Benda di Lingkungan Sekitar

Pada konteks pembelajaran IPA, proses pengelompokan sangat perlu dilakukan terutama dalam pengelompokan makhluk hidup, sehingga mempermudah kita untuk mengenal dan mempelajari keanekaragaman makhluk hidup yang ada di permukaan bumi ini. Pengelompokan makhluk hidup tersebut dinamakan dinamakan klasifikasi. Untuk mengklasifikasikan makhluk hidup harus melalui serangkaian tahapan. Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Pengamatan sifat makhluk hidup. Pengamatan merupakan proses awal klasifikasi, yang dilakukan dalam proses ini adalah melakukan identifikasi makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Mengamati dan mengelompokkan berdasarkan tingkah laku, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi.
  2. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati. Hasil pengamatan kemudian diteruskan ke tingkat pengelompokkan makhluk hidup. Dasar pengelompokkannya adalah ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang diamati.
  3. Pemberian nama makhluk hidup. Pemberian nama makhluk hidup merupakan hal yang penting dalam klasifikasi. Ada berbagai sistem penamaan makhluk hidup, antara lain pemberian nama dengan sistem tata nama ganda (binomial nomenclature). Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup akan lebih mudah dipahami.

Di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali benda. Mobil, motor, sepeda, sepatu, pensil, udara, papan tulis merupakan bentuk benda. Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain.

Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain. Secara umum ada dua kategori benda di lingkungan sekitar, yaitu benda hidup dan benda tak hidup.

  1. Benda hidup merupakan jenis benda yang memiliki ciri-ciri makhluk hidup seperti bernapas, bergerak, berkembang biak, menanggapi rangsang, dan lain-lain. 
  2. Benda tak hidup merupakan jenis benda yang tidak memiliki ciri-ciri hidup contohnya batu, pasir, rumah, dan lain-lain.

Ciri-ciri makhluk hidup

  1. Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Bernapas adalah proses pengambilan oksigen (O₂) dari udara bebas dan melepaskan karbondioksida (CO₂) serta uap air.
  2. Bergerak adalah perubahan posisi seluruh atau sebagian tubuh yang disebabkan adanya tanggapan terhadap rangsangan. Gerak pada manusia dan hewan mudah diamati dan dapat menyebabkan berpindah tempat sehingga disebut dengan gerak aktif. Gerak tumbuhan sangat lambat dan tidak mengakibatkan perpindahan tempat sehingga disebut gerak pasif. 
  3. Memerlukan makanan (Nutrisi). Makanan berfungsi sebagai sumber energi untuk melakukan berbagai aktivitas. Makanan juga diperlukan untuk pertumbuhan dan mengganti jaringan tubuh yang rusak.
  4. Mengeluarkan zat sisa (Ekskresi). Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa pembakaran zat-zat makanan di dalam tubuh. Zat sisa metabolisme (reaksi-reaksi kimia dalam tubuh) harus dibuang dari tubuh, bila tidak akan meracuni tubuh.
  5. Berkembang biak (Reproduksi). Berkembang biak adalah menghasilkan keturunan yang bertujuan untuk melestarikan jenisnya. Perkembangbiakan makhluk hidup ada dua, yaitu secara generatif (seksual atau kawin) dan vegetatif (aseksual atau tak kawin).
  6. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkunganTumbuh dan berkembang
  7. Tumbuh adalah perubahan ukuran tubuh akibat akibat bertambahnya jumlah sel dan volume tubuh, misalnya tubuh kita yang bertambah tinggi. Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi, dan lingkungan.
  8. Memiliki bahan genetik. Setiap makhluk hidup memiliki bahan genetik berupa DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid). DNA dan RNA ini terangkai di dalam kromosom.
  9. Memerlukan suhu tertentu. Semua makhuk hidup dapat bertahan pada suhu tertentu, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 derajat celcius sampai dengan 30 derajat.

Benda-benda di sekitar mempunyai ciri-ciri bentuk benda yang berbeda-beda, ukuran benda yang berbeda-beda, warna benda yang berbeda-beda, keadaan permukaan benda berbeda-beda, dan bahan penyusun benda berbeda-beda.

  1. Ukuran Benda. Ukuran suatu benda dapat menjadi media identifikasi, karena tidak semua benda memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Contohnya gajah dan semut. 
  2. Warna Benda. Setiap makhluk hdup pasti memiliki warna yang spesifik. Kekhasan warna tersebut dapat menjadi alat untuk mengidentifikasi nama-nama suatu benda. Contohnya bunga mawar umumnya berwarna merah atau putih, bunga meati selalu berwarna putih, dan lain sebagainya.
  3. Keadaan Permukaan Benda. Jenis permukaan suatu benda ada yang kasar dan halus. Indera peraba tentu dapat mengidentifikasi suatu benda melalui sentuhannya. Contoh pasir laut dan pasir sungai. Permukaan kedua pasir tersebut sudah jelas berbeda, dengan meraba tentunya kita bisa membedakan keduanya.
  4. Bahan Penyusun Benda. Susunan bahan suatu benda akan memberikan pengaruh pada bentuk fisiknya. Hal itu juga dapat dijadikan langkah identifikasi suatu benda. Contohnya bahan penyusun pensil dan pulpen.

Nama dan Ciri-ciri Benda

Ciri-ciri Benda
Ciri-ciri
Benda
Nama Benda
Tas Ban Mobil Bola Helikopter Tumbuhan Orangutan Burung
Bergerak x x x
Tumbuh dan Berkembang x x x x
Bernapas x x x x
Berkembangbiak x x x x
Memerlukan Nutrisi x x x x
Irritabilitas x x x x

Dari pengamatan mata telanjang mungkin kita akan hanya menemukan ciri benda yang sama pada dua benda atau lebih. Misalnya pad tas dan ban mobil, serta pada tumbuhan, orangutan dan burung.

Category:
Ilmu Pengetahuan
Tags:

,